You are here
Home > TRADISIONAL MEDIS > Manfaat Teriak (Scream)

Manfaat Teriak (Scream)

Tim ahli syaraf dan bunyi dari Max Planck Institute for Empirical Aesthetics, New York University (NYU) dan  University of Geneva menemukan keunikan teriakan (scream). Teriakan memiliki akustik sangat khusus jika dibandingkan dengan bunyi lainnya. Ucapan atau suara normal biasanya memiliki kisaran modulasi 4-5 Hz. Sedangkan teriakan memiliki kisaran modulis 30-150 Hz. Ekspresi suara sangat khusus ini hanya bermanfaat dalam situasi stres, menegangkan atau berbahaya. Begitu hasil beberapa riset David Poeppel dan Adeen Flinker dari NYU dan Luc Arnal, Andreas Kleinschmidt dan Anne-Lise Giruad dari University of Geneva.

Menurut David Poeppel dari Department of Psychology dan  Center for Neural Science (NYU) bahwa teriakan selalu keras dan nada-tinggi. Untuk meriset teriakan (scream), peneliti membuat bank bunyi yang berasal dari beragam suara manusia, seperti kata-kata percakapan, teriakan, alarm, dan nada hampir tanpa makna seperti “ahhhhh” baik dari film, video, maupun lab. Peneliti juga melakukan uji-coba pada lab suara-suara pria dan perempuan yang direkam. Peneliti memantau kegiatan otak para peserta penelitian melalui fMRI (functional magnetic resonance imaging). Riset ini telah dirilis oleh jurnal Current Biology edisi awal Juli 2015. (Current Biology/Press Examiner/The New York Times/SP) (Foto : Ilustrasi berteriak dalam film; sumber: Marcus Lassner, 8/7/2015; The New York Times, 16/7/2015)

Leave a Reply

Top